"Always Speaks The Truth Even when its Hurt"
STUDI : MENGAPA BUAYA MENYERANG MANUSIA ? (WHY DO CROCODILES ATTACK HUMANS ?)

Posted 2015 22, Jul by: admin Globeleaks    | 421.775 hits view

Studi : Mengapa Buaya Menyerang Manusia ? (Why do Crocodiles Attack Humans ?)
    Bagikan di Facebook
Sponsored Links Globeleaks.com

Judul Asli : Why do Crocodiles Attack Human?

Penulis : Melissa Hogen Boom dari BBC

 

Melihat rahang dari buaya yang menakutkan mungkin hal terakhir yang ingin anda lihat dalam hidup ini. Rahang yang sangat kuat itu tampaknya akan menghancurkan setiap tulang yang ditemuinya. Setiap kali buaya menyerang manusia, maka media akan menggambarkan sebuah gambaran ganas dari binatang buas yang meneror korban yang tidak tahu apa-apa.

Sebuah Headline tulisan di bawah ini menunjukkan

Sebuah pulau dikelilingi buaya mematikan, atau tulisan lain "Serangan buaya paling Mematikan di dunia " atau " Seorang anak laki-laki dimakan hidup-hidup"

Kisah ini cukup membuatmu akan berpikir seribu kali untuk dekat-dekat ke tempat di mana mereka hidup, tetapi banyak orang yang harus menghadapi dimana diserang buaya adalah bagian dari hidup sehari-hari. Sebenarnya mengetahui pola dan ilmu mengenai apa penyebab serangan ini tentu bisa menyelamatkan banyak nyawa.


Source image: edubio.info

 

Bahwa Buaya adalah berbahaya adalah benar, tetapi banyak hal di alam yang lebih kompleks dari semua itu. Buaya tidak melakukan sebuah perencanaan untuk melakukan perburuan manusia. Mereka jelas adalah pemburu yang luar biasa, tetapi mereka hanya memburu ketika ada kesempatan..

Jika kamu membuat air beriak di sungai yang berlumpur di mana buaya berada dan sedang lapar, maka buaya itu akan menjumpaimu sebagai makanan.

Banyak binatang yang melakukan hal yang sama. Bahkan mereka bisa saja melakukan perencanaan, tidak untuk buaya.

Di Afrika sendiri ada ratusan kasus penyerangan oleh buaya setiap tahunnya. Banyak yang terjadi di komunitas yang kecil dan tidak terekspos oleh media secara luas. Sepertiga dari serangan itu berakhir pada kematian para buaya.

Sebenarnya serangan buaya lebih banyak kasusnya daripada serangan hiu pada manusia tetapi jumlah koverasi dari media lebih sedikit.

source : pqweenzha.wordpress.com

 

Serangan hiu lebih sering terjadi di negara kaya, kata Simon Pooley dari Imperial College London Inggris. Mempelajari mengenai sejarah dan tantangan dari Konservasi Buaya. Hasilnya adalah menunjukkan bahwa jelas, serangan Hiu jauh lebih besar dibandingkan serangan buaya.

Sebuah insiden akan mendapat perhatian yang lebih luas, jika serangan berasal dari Eropa.

Pada realitasnya, tahun 2014 hanya ada 3 serangan fatal dari hiu, dari 72 serangan yang direkam media internasional secara luas. Bahkan dalam minggu ini ada serangan hiu yang menjadi viral di Internet.

Bias yang sama juga terjadi pada serangan buaya, jika kita melakukan pencarian di internet mengenai serangan buaya, maka yang ada di media biasanya berasal dari Australia.

 

Pooley tumbuh bersama dengan buaya, dia mengetahui bahwa keberadaan buaya bisa sangat merugikan jika banyak keluarga yang bergantung di sungai, dan menghindari sungai tentu bukan sebuah pilihan. Dia kini melihat pola serangan di Afrika selama sejarah 65 tahun. Semua kejadian itu terjadi kebanyakan karena siapa yang paling beresiko adalah yang diserang artinya serangan buaya adalah serangan oportunistik.

Banyak orang yang menyarankan , bahwa membuat keributan akan membuat mereka ketakutan, hal ini adalah saran yang sangat buruk.

Tujuan dari Pooley adalah untuk mengambil data dan membuatnya bisa diakses, dia telah mengelompokkkan pola-pola serangan ke dalam grafik. Dia dan timnya juga telah membuat booklet yang didistribusikan ke wilayah-wilayah di mana paling sering terjadi serangan buaya.

Grafik Pola serangan oleh Pooley (Imperial Colledge London ) source : BBC.com

 

Ada pola yang jelas, bahwa serangan itu dilakukan per musim, mereka biasanya akan sanagt aktif antara oktober dan maret. dan Biasanya terjadi ketik musim hujan, temperatur meningkat dan saat musim kawin. Hal ini tidak didapatkan secara langsung dan cepat, mengapa pola ini menjadi ada. Buaya menyerang ketika cuaca hangat karena mereka bersifat echotermic (berdarah dingin), jika cuaca hangat maka energi mereka menjadi tinggi. Artinya mereka akan menyerang ketika cuaca hangat. Bukan ketika cuaca dingin.

 

Setiap serangan yang dipelajari Pooley,terjadi ketika minimum dari temperatur lebih tinggi dari biasanya. Para penyelam di sungai yang banyak buayanya disarankan untuk menyelam jika cuaca di bawah 19 derajat celcius , jika cuaca panas sebaiknya para penyelam tidak ada di air.

Banyak data dibutuhkan untuk mengetahui korelasi ini lebih lanjut, tetapi saran praktisnya adalah jangan ke air ketika cuaca panas.

 

Dari rekaman penyerangan, Pooley menemukan bahwa serangan biasanya terjadi ketika orang-orang sedang berenang. Anak laki-laki biasanya paling banyak diserang, hal ini masuk akal karena korban yang lebih kecil lebih mudah untuk dibunuh. Pria dewasa diserang ketika sedang memancing, dan wanita diserang ketika sedang menyebrangi sungai.


That's why it's important to stay at least three metres from the edge of water. People should not assume that just because they can't see a crocodile that it's not there; crocodiles can stay underwater for over an hour.

Sangat penting untuk setidaknya berada setidaknya tiga meter dari sisi sungai. Orang-orang tidak boleh berasumsi jika mereka tidak melihat buayanya, bahwa mereka tidak di sana. Buaya bisa berada di bawah air selama satu jam. Secara lebih jauh, jika kamu perlu melewati sungai jangan membuat riak yang terlalu banyak.  Buaya tidak ketakutan karena keributan, tetapi malah mendatanginya.

 

Saran-saran jika diserang buaya.

Jika kamu diserang buaya tentu tidak banyak yang bisa dilakukan jika buaya tersebut menyerang bagian kepala, maka akan sulit mengalami keselamatan, tetapi jika buaya menyerang bagian kaki hingga pinggang, maka tangan adalah alat perlawanan paling efektif. Menyerang mata buaya atau menusuk hidung buaya adalah langkah paling efektif.

Bagian paling sensitif dan paling rapuh dari buaya adalah mata dan bagian hidungnya.

Ada skenario yang paling buruk, tidak semua buaya menyerang karena lapar, kebanyakan buaya air asin hanya menyerang jika merasa terganggu, jadi sebaiknya hindari daerah air ketika cuaca sangat panas dan diketahui bahwa perairan itu bermukim buaya-buaya.

 

Share jika bermanfaat.


Sponsored Links
Tidak Ada komentar Surel
POSTING : SCIENCE
Sponsored Links




Popular Tag


New Tag






Globeleaks.com


Globeleaks.com adalah portal berita berisi informasi menarik, jika anda ingin berkontribusi, silahkan klik link Register.

Social Links


Subscribe Newsletter