"Always Speaks The Truth Even when its Hurt"
STUDI : MANUSIA YANG MEMPELAJARI MENGENAI KEGELAPAN PERSONAL (MAN WHO STUDIES EVIL)

Posted 2015 30, Jul by: admin Globeleaks    | 428.449 hits view

Studi : Manusia yang Mempelajari Mengenai Kegelapan Personal (Man who Studies Evil)
    Bagikan di Facebook
Sponsored Links Globeleaks.com

image headline : Source

Tulisan oleh David Robson diterjemahkan dari versi Inggris Man who studies Evil (bbc)

Jika anda diberi kesempatan untuk menghancurkan tubuh serangga yang tidak berbahaya di dalam penghancur kopi apakah anda akan merasa nyaman dengan pengalaman tersebut? bahkan jika serangga tersebut mempunyai nama dan anda bisa mendengarkan jeritannya?, apa yang anda rasakan mendengarkan suara bisikannya yang memilukan?

Ini adalah pertanyaan yang dibuat oleh Delroy Paulhus untuk mengerti mengenai Kepribadian gelap di antara kita. Secara umum dia ingin menjawab pertanyaan yang sering terbersit di benak kita. Mengapa ada orang yang mengambil kesenangan dalam melakukan tindakan Kekerasan. Dalam penelitian ini, objeknya bukan hanya psikopat atau pembunuh saja, tetapi berbagai pelaku tindakan yang tidak menyenangkan seperti pelaku bully di sekolah, politisi atau bahkan polisi.

Sangat mudah, untuk membuat sebuah asumsi yang sederhana mengenai orang-orang ini, "Kita biasanya memiliki tendensi (keinginan/tujuan) untuk menunjukkan adanyanya sifat-sifat jahat  di dalam diri kita atau orang lain. Kita sebenarnya selalu berusaha mengelompokkan orang-orang pada dua kategori saja, Orang baik dan Orang jahat", kata Paulus yang bekerja di University of British, Columbia. Walau demikian  Paulhus tidak terlalu menekankan pola penelitian ini hanya melulu mengenai  kekejaman brutal, dia memperhatikan pendekatan yang mungkin lebih mengena. Dia mengelaborasi sesuatu layaknya zoologist yang mempelajari mengenai serangga berbisa. Hal ini Membuatnya mampu untuk membangun taksonomi yang dikenal dengan nama "kejahatan-kejahatan setiap hari ".

 

Rasa Disukai

Ketertarikan Paulhus pada topik ini dimulai dengan memperhatikan sifat narcist, "rasa ego yang tinggi mungkin keluar untuk menunjukkan bahwa dirinya sangat berharga" kata Paulhus. Kemudian setelah satu dekade, muridnya Kevin william memberi saran padanya untuk mengeksplorasi mengenai tendensi-tendensi pribadi yang dapat menunjukkan hubungan ketidaksenangan seseorang pada sesuatu hal - Machiavelianism, Manipulatif yang keren dan Psikopat (sensitif dan memiliki imunitas perasaan terhadap yang lain). Perasaan manipulatif dan sensitif ini dirasa mampu menunjukkan sebuah gejala yang menyebabkan sikap-sikap jahat.

 

image source

Sangat mengejutkan ketika sebuah kuesioner diberikan pada para partisipan dengan kecenderungan narsis dan psikopat dengan membuat pertanyaan atau pernyataan setuju atau tidak

* " Saya suka memilih orang yang lebih lemah " atau

* "sangat bijak untuk tidak menyatakan rahasiamu pada orang lain".

Tentu saja jawaban persetujuan ini agak memalukan untuk diakui. Tetapi di lapangan orang orang ternyata terbuka  dan sepertinya jawaban mereka berkorelasi dengan kehidupan bullying baik di masa remaja bahkan di masa dewasa. Bahkan banyak yang berterus terang bahwa mereka sering tidak yakin dengan pasangan hidupnya.

Paulhus sebenarnya sangat berfokus pada penelitian mengenai kejahatan sehari hari, daripada mempelajari mengenai kriminal dan kasus kasus psikopat. Tentu saja, penilaian tidak langsung diambil dari partisipan hanya pada pertemuan pertama, Mereka melakukan sosial eksperimen setiap hari sehingga mereka mampu melihat kontrol yang terarah. Mereka akan memberikan seseorang nilai tinggi pada sifat narsis ketika orang tersebut suka mengklaim sesuatu. Kadang-kadang paulhus membuat subjek tipuan dan bagaimana mereka memperlakukan subjek tersebut dan bagaiman partisipan bereaksi.

 

Orang yang terlahir Kotor/ Jahat

Pernah Paulhus mulai memulai membuka jendela dengan pikiran jahat, yang kemudian membuatnya bertanya mengenai pertanyaan dasar mengenai kemanusiaan. Apakah orang terlahir jahat. Contohnya, sebuah studi membandingkan dua anak kembar identik dan dua anak kembar non identik, dia ingin melihat bagaimana skor mereka terhadap sifat narsis dan psikopat dengan mengetahui bahwa secara gen mereka sangat mirip. Didapatkan bahwa machiavelianism (sifat manipulatif) lebih dipengaruhi karena lingkungan. Anda bisa mempelajari mengenai manipulasi kepada seseorang. Walau demikian, dia memperhatikan bahwa sifat psikopat juga tidak bisa diturunkan, hal ini mengacu pada jika anda melakukan pembunuhan dengan kasus psikopat, anda akan tetap bertanggungjawab bukan orang tua anda.

Anda hanya perlu melihat mengenai kisah pahlawan dalam cerita-cerita yang melegenda, seperti James Bond, Don Draper, atau Jordan Belfort di Wolf of the wall street. Untuk menyadari mengenai sifat pribadi yang gelap ternyata berkorelasi juga dengan memiliki seksualitas yang sangat tinggi dimana diperhatikan bahwa ada pembelajaran mengenai hal ini. Selain itu Orang-orang yang tidak bisa tidur di malam hari tetapi tidak bisa bangun di pagi hari biasanya memiliki kecenderungan sebagai pelaku-pelaku kejahatan.

Mereka biasanya sangat suka mengambil resiko, salah satu karakteristik dari psikopat. Mereka sangat manipulatif, dan juga narsis. Mereka eksploitatif terhadap orang-orang. Hal ini mungkin menjelaskan mengenai evolusi manusia. Mungkin juga sifat gelap memiliki kecenderungan untuk mencuri, memanipulasi, melakukan kekerasan seksual ketika orang lain semuanya tidur, sehingga mereka berevolusi di waktu malam.

Apapun kebenaran mengenai teori tersebut, Paulhus setuju, bahwa akan selalu ada gap di antara teori ini. “Manusia sangat kompleks. Ada banyak perbedaan mengenai eksploitasi reproduksi seseorang untuk mencapai orang lain, ada yang berbuat baik, ada yang berbuat kotor untuk mencapainya .” Katanya.

 

Sudut yang Gelap

Baru-baru ini, dia mulai mempelajari lebih dalam mengenai bayang-bayang psikopat/ emosi. “kita ditekan untuk membungkus diri, bertanya mengenai pertanyaan yang ekstrim, “ katanya. “Ketika dia menemukan, bahwa ada orang yang merasa senang dan menikmati kesakitan yan dirasakan oleh orang lain. Tentu hal ini sangat menarik yang bisa menjelaskan adanya Sifat sadisme sehari-hari yang muncul pada seseorang.

 “Mesin Penghancur serangga” menawarkan cara paling sempurna bagi Paulhus dan koleganya untuk menguji perilaku-perilaku yang belum diketahui. Partisipan tidak dikenal, Mesin tersebut sudah dimodifikasi sehingga serangga tersebut, memungkinkan untuk keluar dari mesin penghancur tersebut. Mesin tersebut juga dimodifikasi supaya ketika serangga mengeluarkan suara akibat penghancuran, suara tersebut akan bergema secara jelas. Beberapa secara jelas menolak untuk berpartisipasi, mereka berkata tidak sama sekali, bahkan ada yang menolak hanya untuk menonton prosesnya saja. Beberapa malah menikmati proses ini dengan senyum di wajah mereka, atau dengan pandangan datar saja. Hal ini bisa menjelaskan mengenai individu yang kita kenal dengan pelaku sadisme sehari-hari.

source image

Tentu saja hal ini bisa langsung ditentang, Apa kewajiban manusia untuk perduli pada perasaan serangga, atau apakah serangga bahkan memiliki perasaan?. Tim membuat sebuah percobaan dengan membuat game komputer yang dimainkan beberapa orang, dimana siapa yang menang bisa menghukum lawannya dengan suara keras di headphone. Ini mungkin tidak kejam, tetapi partisipan akan memiliki kesempatan verbal untuk memulai langkah-langkah penghukuman kepada orang lain. Bagi paulhus, dia sangat terkejut, bahwa orang-orang sadis akan lebih suka dengan masalah, tanpa menghindarinya. Mereka tidak hanya memiliki keinginan namun motivasi yang berubah menjadi tindakan yang menyebabkan orang tersebut melakukan sesuatu untuk mencapai “kesenangan yang dibutuhkan”.

 

Penjelajahan Internet bagi Para pelaku Bullying.

Paulhus langsung mengerti bahwa pelaku bullying di internet termasuk relevan untuk diteliti. Para pelaku tersebut termasuk relevan untuk dikatgorikan sebagai versi dunia maya para pelaku sadisme sehari-hari. Mereka mencari orang-orang di internet hanya untuk disakiti perasaannnya. Sebuah survei anonim menyatakan bahwa orang-orang ini melakukan hal ini hanya untuk mencapai kesenangan dimana hal itu dirasa wajar, dan perilaku ini muncul pada orang-orang yang bisa dikategorikan sebagai pemilik cacat mental secara emosional.

 

Kemudian penemuannya telah memberikan ketertarikan pada polisi dan agensi militer, yang ingin berkolaborasi dengan Paulhus untuk mengetahui sebenarnya apa yang menyebabkan seseorang berlaku sadis, apa yang memberikan pemikiran bahwa seseorang memiliki mandat untuk menyakiti individual lainnya. Hal ini akan memudahkan agensi tersebut untuk mengetahui dan mendeteksi dini sikap dan sifat gelap dalam diri seseorang.

 

source image

Dia juga sangat tertarik pada hasil kerja mengenai Moral seorang Machiavelianism dan Komunal Narsistik. Orang-orang yang mungkin memiliki kecenderungan jahat tetapi menggunakannya demi kebaikan (sebagaimana orang tersebut beranggapan). Pada situasi tertentu, sikap kasar mungkin perlu. Untuk menjadi seorang perdana menteri, kamu tidak bisa terlihat lemah dan mudah dimanipulasi. Kamu bahkan harus menyakiti orang lain untuk membuka sisi terbaik dari sisi yang jarang dilihat orang. Bahkan ada orang yang berbuat jahat untuk mencapai sesuatu yang baik. Bagi paulhus dia dapat melihat ini pada Mother Teresa, “ anda tidak bisa berbuat baik pada sosial dengan duduk diam manis di tempat, anda harus menggedor sesuatu dan memarahi orang lain yang tidak mengerti tujuan mulia anda”.

 

Mengenai semua pandangan dan pengelompokan yang salah mengenai baik dan jahat Paulhus mengakui. Secara sadar, secara personal dan pertanyaan profesional yang sangat banyak dan banyak komplikasi. Jahat dan baik itu kompleks dan tidak sesederhana mengatakan ya dan tidak, tetapi tentu saja bisa dinilai secara perspektif.


Sponsored Links
Tidak Ada komentar Surel
POSTING : SCIENCE
Sponsored Links




Popular Tag


New Tag






Globeleaks.com


Globeleaks.com adalah portal berita berisi informasi menarik, jika anda ingin berkontribusi, silahkan klik link Register.

Social Links


Subscribe Newsletter