"Always Speaks The Truth Even when its Hurt"
REALITAS KEHIDUPAN BERAGAMA DI INDONESIA, WAJIB BACA DENGAN HATI LAPANG DAN PEMIKIRAN TERBUKA

Posted 2016 17, Jul by: admin Globeleaks    | 197.795 hits view

Realitas Kehidupan Beragama di Indonesia, Wajib Baca dengan Hati Lapang dan Pemikiran Terbuka
    Bagikan di Facebook
Sponsored Links Globeleaks.com

Indonesia, negara yang memang kaya akan kulltur dan budaya. Banyak negara lain yang mengklaim bahwa negaranya kaya akan budaya, kultur, dan tata adat yang sangat istimewa, tapi jika dibandingkan dengan Indonesia, tampaknya klaim dari negara-negara lain di seluruh dunia tidak bisa mengimbangi kekayaan di Indonesia yang jumlahnya sampai ratusan dengan bahasa yang mencapai ribuan walaupun semakin hari semakin tergerus oleh semangat muda yang ingin mencapai hakikat kemodernan zaman. Banyak yang heran bagaimana Indonesia bisa merdeka dan bersatu dengan kemajemukan yang luar biasa tersebut?

Jawabannya Indonesia bisa merdeka dan bersatu karena adanya rasa sepenanggungan, rasa memiliki, dan rasa tanggungjawab yang sama, dan semangat yang sama untuk melepaskan diri dari penjajahan.

 

Di indonesia saat ini membahas mengenai agama, rasanya tidak ada habisnya karena di Indonesia itu banyak sekali orang-orang mulai dari kalangan tidak terkenal sampai kalangan paling terkenal yang sering sekali membawa-bawa agama sebagai bagian dari konten pembahasannnya.

Tidak jarang, banyak public figure yang tidak bisa memisahkan antara politik dan agama, dan berdalih bahwa hal tersebut adalah dakwah.

Akhir-akhir ini banyak masalah di Indonesia yang terjadi notabenenya terkait dengan kepentingan keagamaan

Katakan saja, masalah penyegelan rumah ibadah, pelarangan kelompok agama yang diakui di Indonesia untuk beribadah, pembakaran rumah ibadah, pelarangan ibadah oleh pemerintah kota, aksi-aksi kelompok-kelompok agama yang berunjuk anarkis dan adanya perbincangan publik yang kaitannya sangat erat dengan masalah agama. Kita tidak dapat menutup mata, bahwa hal tersebut memang benar terjadi, ketika sekelompok masyarakat yang melarang ibadah jemaat gereja di bekasi, atau adanya indikasi pembakaran masjid di tolikara, semua muncul dari adanya konflik kepentingan keagamaan.

Sponsored Links

Masalah Agama Utama di Indonesia : Tata Ibadah dan Hukum Agamamu tidak Cocok diimplementasikan di Tata Ibadah dan hukum Agamaku (FullStop/Titik)

Hal ini bukan hanya jarang, namun sering terjadi di Indonesia, banyak orang yang merasa perlu menjadi TIDAK EKSLUSIF jika terkait dengan agama. Jika agamamu melarang minum bir, apakah penganut agama lain juga tidak boleh minum bir?

Jika agamu sedang ada ibadah, apakah serta merta seluruh orang yang tidak beragama sama denganmu harus melakukan tata ibadahmu juga?

 

Kalau kita Membiarkan Kegiatan Keagamaan akan banyak yang Murtad

Kebiasaan orang indonesia beragama adalah takut ada yang keluar dari agamanya. Padahal Indonesia adalah negara yang mengakui siapapun manusianya untuk menganut agama apapun (APAPUN) selama tidak memaksakan agama tersebut kepada orang lain. Bagi Negara dalam administrasi agama yang diakui ada lima, dan jika ada penganut agama di luar lima agama tersebut tidak diakui oleh Indonesia, tetapi bukan berarti dilarang mempercayai kepercayaan apapun itu selama tidak memaksakan apa yang diyakini tersebut.

Maka hal paling aneh yang bisa anda temui di Indonesia adalah ketika orang-orang fanatik mulai melarang penganut agama yang bahkan diakui secara hukum, dengan alasan orang yang tinggal di daerah tersebut mayoritas Agama X, jadi harus dengan persetujuan warga setempat.

Apakah kelompok yang melarang tersebut punya kekuatan hukum?, jawabannya tidak tetapi negara kalah pada keinginan kelompok-kelompok ini, karena itulah tidak jarang adanya pelarangan ibadah kegiatan keagamaan yang sah diakui di Indonesia dengan dalil LARANGAN MASYARAKAT SETEMPAT/ BELUM PUNYA IZIN, padahal secara hukum sudah ada izinnya sudah terbit tahun 1945 atas nama Bangsa Indonesia.

 

Sejauh Apakah seseorang boleh Melarang Orang lain untuk Melakukan Sesuatu di Indonesia?

Sebenarnya implementasi hukum itu, sangat jelas, jika ada suatu hukum yang tirani, maka perlu dikaji ulang, hukum tertinggi adalah nurani, sehingga tidak ada hukum yang absolut di atas bumi ini.

Termasuk juga di Indonesia, di Indonesia anda boleh melarang dan mencegah seseorang untuk melakukan apapun jika anda sadar dan tahu secara pasti bahwa tindakan yang akan dilakukan oleh orang tersebut melanggar hukum. Bagaimana jika hal tersebut tidak melanggar hukum tertinggi, maka wajib anda tidak boleh melarang, karena saat anda melarang berarti anda melanggar hak dan kebebasan orang tersebut = anda melanggar hukum.

Apakah seseorang boleh  melarang orang lain berdoa, mengimani suatu hal, sholat, sembahyang, puasa, dan melakukan tata ibadah keagamaan yang diakuinya di Indonesia di tanah manapun dalam otoritas wilayah nya?

Jawabannya, jika tindakan tersebut melanggar hukum, misalnya berdoa melanggar hukum, maka anda boleh mencegahnya.

Atau jika seseorang tersebut, bermaksud berdoa di dalam rumah anda, dan anda tidak berkenan, maka anda boleh melarangnnya, karena secara hukum anda berhak atas rumah anda dan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di rumah anda itu adalah hak anda. Tetapi jika seseorang mulai berdoa di rumahnya sendiri, apakah orang tersebut memerlukan izin dari anda? Jawabannya tidak. Indonesia memperbolehkan siapapun beribadah tanpa izin dari kelompok, atau individu manapun selama tidak memaksakan kehendak keyakinannya tersebut pada orang lain.

 

Tata Ibadahnya Mengganggu Ketertiban Sosial, Ribut, Menyebabkan Macet dan Lain sebagainya

Alasan inilah alasan yang menyebabkan banyaknya pertikaian secara langsung antar umat beragama di Indonesia.

Sebenarnya alasannya mudah, jika ada keinginan untuk bertoleransi maka semua itu bisa dimengerti. Hanya orang-orang munafik yang mengatakan suatu ibadah mengganggu ketertiban sosial.

Lain halnya jika suatu ibadah tersebut diinisiasi dengan pesta sex, keributan yang melebihi batas, atau sudah meresahkan dan mengganggu norma-norma budaya.

Di indonesia, yang paling buruknya adalah, ketika ada orang yang beribadah dengan suara lantunan dari Masjid yang notabene di mayoritas kristen, bisa saja ada penolakan, atau bahkan di bekasi yang jemaat gereja dilarang beribadah dengan alasan menimbulkan kemacetan di hari minggu.

Inti dari permasalahan yang ada adalah bukan karena macet, bukan karena ribut, atau bukan karena apa-apa selain dari keegoisan suatu kelompok tertentu yang tidak mau bertoleransi di bumi pertiwi ini.

 

Kepentingan Kelompok Agama yang Menganggap bahwa Penganut Agama lain tak Boleh ada di Indonesia

Ini adalah sesuatu yang paling bahaya, Indonesia banyak muncul gerakan-gerakan seperti ini yang menganggap bahwa penganut agama lain adalah sesuatu yang tidak boleh ada di Indonesia. Pelarangan ini bukan serta merta secara langsung, namun dengan kendaraan politik, banyak manusia Indonesia yang berargumen bahwa penganut agama X tidak berhak secara politik baik memimpin atau melakukan sesuatu hal karena di agamanya hal tersebut dilarang.

 

Dalam Kehidupan Beragama Diskusi adalah Sesuatu yang Indah, Namun berubah Menjadi Petaka ketika Menyudutkan Pribadi Lawan Bicara dan Keimanannya

Banyak orang yang mulai berdiskusi di Indonesia, namun jarang sekali yang berakhir baik apalagi jika dilakukan dalam forum tanpa moderasi yang terstruktur. Debat-debat agama di forum manapun di Indonesia, sangat jarang yang kelihatan bermartabat. Anda akan menemui debat-debat yang pada ujung-ujungnnya bukan membahas apa yang baik antar lintas agama, tetapi malah menjerumuskan si pengemuka pendapat (lawan debat), seringkali berakhir dengan  menghujat apa yang diyakini lawan bicaranya, menghujat ajaran agama lawan debatnya dengan kata-kata yang teramat kasar yang oleh agamanya sendiri pun mungkin dilarang.

 

Demikian kira-kira realita kehidupan beragama di Indonesia, tidak bisa dipungkiri hal tersebut adalah nyata. Ada di kehidupan kita masing-masing. Pada akhirnya, Agama dan Keyakinan adalah Hak pribadi dan sebaiknya dikonsumsi oleh secara pribadi.

Ada baiknya ajaran disampaikan, namun tidak dipaksakan. Setiap ada pemaksaan di situlah ada cekcok dan keributan atas nama agama.

 

(Alasan pemilihan gambar cover : Manusia Primitif menggambarkan kehidupan tanpa agama dengan struktur dan tata ibadah, manusia hidup dengan opini dan pengetahuannya sendiri dan keinginannya semata tanpa memperhatikan keinginan sosial orang lain. Kehidupan beragama tidak primitif.)


Sponsored Links
Tidak Ada komentar Surel
POSTING : SCIENCE
Sponsored Links




Popular Tag


New Tag






Globeleaks.com


Globeleaks.com adalah portal berita berisi informasi menarik, jika anda ingin berkontribusi, silahkan klik link Register.

Social Links


Subscribe Newsletter