"Always Speaks The Truth Even when its Hurt"
KISAH INSPIRASI UNTUK SEMUA GURU, GURU YANG BERBOHONG DAN TEDDY YANG BERMASALAH

Posted 2015 17, Jul by: admin Globeleaks    | 434.964 hits view

Kisah Inspirasi untuk Semua Guru, Guru yang Berbohong dan Teddy yang bermasalah
    Bagikan di Facebook
Sponsored Links Globeleaks.com

KISAH PILIHAN TERJEMAHAN GLOBELEAKS.COM FOR TEDDY STODDARD FIFTH GRADE STORY

 

Sebagaimana dia berdiri di depan kelas untuk anak-anak tingkat lima pada hari pertama masuk sekolah, Dia mengatakan sebuah kebohongan kepada anak-anak, sebagaimana kebanyakan guru juga akan melakukannya. Bahwa dia melihat semua muridnya dan berkata bahwa dia menyayangi mereka dengan cara yang sama. Walau demikian hal itu tidak mungkin karena pada bangku pertama baris pertama di kelas itu, terdapat seorang anak lelaki dengan nama Teddy Stoddard. 

 

Mrs Thompson telah melihat Tedddy setahun sebelumnya dan dia memperhatikan bahwa Teddy tidak bisa akur dengan anak-anak yang lain, bahwa bajunya selalu kotor dan seharusnya dirinya harus segera mandi dan Teddy sangat sering membuatnya tidak senang.

 

Terdapat kecenderungan bahwa Mrs Thomson sebenarnya mengambil kesenangan tersendiri untuk memberi tanda merah besar dengan tanda X atau membuat huruf F besar pada kertas jawaban Teddy.

Pada hari dimana Mrs Thomson mengajar dia diharuskan untuk mereview semua catatan masa lalu anak-anak di kelasnya dan dia membuat milik Teddy untuk direview terakhir kali dan ketika dia mereview milik Teddy dirinya sangat terkejut.

Guru Tingkat satu Teddy Menulis seperti ini Teddy adalah seorang anak yang cemerlang dengan tawa yang menyenangkan. Dia selalu melakukan tugasnya dengan baik dan perilaku yang sopan. Dia adalah sebuah kebahagian bagi orang-orang di sekitarnya.

 

Guru tingkat duanya menulis Teddy adalah seorang murid yang Terbaik, dia sangat disukai teman-teman sekelasnya tetapi dia agak bermasalah karena ibunya sakit dan kehidupan di rumahnya pasti tidak menyenangkan

 

Guru Tingkat tiganya menulis demikian Kematian ibunya menjadi sebuah hal yang sangat berat bagi Teddy, dia telah berusaha sebaik mungkin teta[o ayahnya tidak menunjukkan empati sama sekali bahwa kehidupan di rumahnya akan hilang selamanya dan mempengaruhi dirinya.

 

Guru Tingkat ke empat menulis Teddy menunjukkan penurunan dan tidak menunjukkan rasa ketertarikan di sekolah, dia tidak punya banyak teman dan dia sering tidur di kelas

 

Saat itu, Mrs Thompshon menyadari sebuah masalah serius dan menjadi malu akan dirinyasendiri, dia merasa sangat bersalah ketika ada muridnya yang memberikan hadiah Natal yang sangat indah terbungkus dengan kertas kado dengan pita yang dibalut dengan rapi dan kertas yang cerah sementara Teddy Tidak. Teddy memberikan kado yang buruk terbungkus di kertas coklat yang buruk yang didapatkannya dari tas belanja. Mrs Thomson merasa sangat sedih ketika akan membuka hadiah Teddy diantara semua kado-kado yang lain. Beberapa anak-anak tertwa ketika dia menemukan kalung dari batu-batu namun ada maniknya yang telah hilang. Dan Sebuah botol parfum yang telah kosong setengahnya. Tetapi dia segera menghentikan tawa anak-anak dan mengatakan bahwa kalung itu sangat indah. Dia juga memakai parfum pemberian Teddy di pergelangan tangannya. Teddy Stoddard tinggal agak lama di sekolah hari itu hanya untuk mengatakan Mrs Thomson, hari ini anda mencium parfum di tangan seperti yang sering dilakukan oleh Ibuku. , Ketika anak-anak pulang, Mrs Thomson menangis kurang lebih satu jam.

 

Pada hari selanjutnya, dia tidak mengajar mata pelajaran  membaca menulis dan aritmatika. Sebaliknya Dia mulai mengajari anak-anak dengan impresi lebih kepada Teddy. Ketika dia mendekati Teddy, dia terlihat lebih bersemangat. Semakin dia menyemangati Teddy semakin cepat Teddy Merespon. Pada akhir tahun Teddy menjadi anak terpintar di sekolah. Walau dalam kebohongannya yang mengatakan bahwa dirinya akan menyayangi semua murid secara sama, Mrs Thomson menyayangi Teddy secara lebih.

Setahun kemudian dia menemukan surat di bawah pintu rumahnya, dan mengatakan bahwa dirinya adalah guru terbaik yang pernah ada dalam kehidupannya.


Enam tahun kemudian dia menerima surat lain dari Teddy, yang menyatakan bahwa dirinya telah menyelesaikan sekolah menengah atasnya dan dirinya masih guru terbaik di dalam hidupnya,

Empat tahun kemudian dia menerima surat lain walau banyak masalah dan waktu yang sulit, dirinya akan segera lulus dari kuliah dengan penghargaan tertinggi. Dia memastikan mrs Thomson bahwa dirinya masih guru terbaik dalam hidupnya.

  

Empat tahun kembali lewat dan Mrs Thomson kembali menerima surat yang menyatakan bahwa dirinya telah menerima gelar sarjana dan dia berencana untuk melanjut sedikit lain. Suratnya menjelaskan bahwa dirinya masih guru favoritnya. Tetapi sekarang nama Teddy agak lebih panjang , Theodore F. Stoddard, MD. 

Kisahnya tidak berakhir di sana, kemudian sebuah surat lagi dating pada musim semi, dia telah bertemu dengan seorang gadis yang akan dinikahinya. Dia menjelaskan bahwa ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lain dan bertanya apakah Mrs Thomson bersedia menjadi pendamping orangtua untuk hari pernikahannya.

 

Tentu saja, Mrs Thomson melakukannya. Mrs Thomson memakai kalung dengan batu-batu manik yang tidak lengkap, dan terlebih dia memakai parfum pemberian Teddy yang diingat Teddy dipakai ibunya pada natal terakhir mereka bersama. 

Mereka Berpelukan satu sama lain, dan Dr Stoddard berbisik ke Mrs Thomspon. Terima kasih Mrs Thomson telah percaya padaku, anda telah membuat aku merasa penting bahwa diriku bisa membuat perubahan.

 

Mrs Thomson dengan airmata membalas Teddy, kamu salah kamu sebenarnya yang mengajariku bahwa menjadi seorang guru bisa membuat perubahan, dan Aku tidak menyadari nya setelah aku bertemua dengan mu. 

Note : Teddy Stoddard adalah Dr di Iowa Methodis Hospital di Des Moines

 

VERSI BAHASA INGGRIS

As she stood in front of her 5th grade class on the very first day of school, she told the children an untruth. Like most teachers, she looked at her students and said that she loved them all the same. However, that was impossible, because there in the front row, slumped in his seat, was a little boy named Teddy Stoddard.

Mrs. Thompson had watched Teddy the year before and noticed that he did not play well with the other children, that his clothes were messy and that he constantly needed a bath. In addition, Teddy could be unpleasant.

It got to the point where Mrs. Thompson would actually take delight in marking his papers with a broad red pen, making bold X's and then putting a big F at the top of his papers.

At the school where Mrs. Thompson taught, she was required to review each child's past records and she put Teddy's off until last. However, when she reviewed his file, she was in for a surprise.

Teddy's first grade teacher wrote, Teddy is a bright child with a ready laugh. He does his work neatly and has good manners... he is a joy to be around..

His second grade teacher wrote, Teddy is an excellent student, well liked by his classmates, but he is troubled because his mother has a terminal illness and life at home must be a struggle.

His third grade teacher wrote, His mother's death has been hard on him. He tries to do his best, but his father doesn't show much interest and his home life will soon affect him if some steps aren't taken.

Teddy's fourth grade teacher wrote, Teddy is withdrawn and doesn't show much interest in school. He doesn't have many friends and he sometimes sleeps in class.

By now, Mrs. Thompson realized the problem and she was ashamed of herself. She felt even worse when her students brought her Christmas presents, wrapped in beautiful ribbons and bright paper, except for Teddy's. His present was clumsily wrapped in the heavy, brown paper That he got from a grocery bag Mrs. Thompson took pains to open it in the middle of the other presents. Some of the children started to laugh when she found a rhinestone bracelet with some of the stones missing, and a bottle that was one-quarter full of perfume.. But she stifled the children's laughter when she exclaimed how pretty the bracelet was, putting it on, and dabbing some of the perfume on her wrist. Teddy Stoddard stayed after school that day just long enough to say, Mrs. Thompson, today you smelled just like my Mom used to. After the children left, she cried for at least an hour.

On that very day, she quit teaching reading, writing and arithmetic. Instead, she began to teach children. Mrs. Thompson paid particular attention to Teddy. As she worked with him, his mind seemed to come alive. The more she encouraged him, the faster he responded. By the end of the year, Teddy had become one of the smartest children in the class and, despite her lie that she would love all the children the same, Teddy became one of her teacher's pets..

 

A year later, she found a note under her door, from Teddy, telling* her that she was still the best teacher he ever had in his whole life.

Six years went by before she got another note from Teddy. He then wrote that he had finished high school, third in his class, and she was still the best teacher he ever had in life.

Four years after that, she got another letter, saying that while things had been tough at times, he'd stayed in school, had stuck with it, and would soon graduate from college with the highest of honors. He assured Mrs. Thompson that she was still the best and favorite teacher he had ever had in his whole life.

Then four more years passed and yet another letter came. This time he explained that after he got his bachelor's degree, he decided to go a little further. The letter explained that she was still the best and favorite teacher he ever had. But now his name was a little longer.... The letter was signed, Theodore F. Stoddard, MD.

The story does not end there. You see, there was yet another letter that spring. Teddy said he had met this girl and was going to be married. He explained that his father had died a couple of years ago and he was wondering if Mrs. Thompson might agree to sit at the wedding in the place that was usually reserved for the mother of the groom.

Of course, Mrs. Thompson did. And guess what? She wore that bracelet, the one with several rhinestones missing. Moreover, she made sure she was wearing the perfume that Teddy remembered his mother wearing on their last Christmas together.

They hugged each other, and Dr. Stoddard whispered in Mrs. Thompson's ear, Thank you Mrs. Thompson for* believing in me. Thank you so much for making me feel important and showing me that I could make a difference.

Mrs. Thompson, with tears in her eyes, whispered back. She said, Teddy, you have it all wrong. You were the one who taught me that I could make a difference. I didn't know how to teach until I met you.



Sponsored Links
Tidak Ada komentar Surel
POSTING : VIRAL
Sponsored Links




Popular Tag


New Tag






Globeleaks.com


Globeleaks.com adalah portal berita berisi informasi menarik, jika anda ingin berkontribusi, silahkan klik link Register.

Social Links


Subscribe Newsletter