"Always Speaks The Truth Even when its Hurt"
JOKOWI PRESIDEN AHLI STRATEGI TIDAK MEMBERIKAN RUANG SEDIKITPUN BAGI ORANG KEDUA DI DALAM KEKUASAANNYA

Posted 2016 29, Jul by: admin Globeleaks    | 482.916 hits view

Jokowi Presiden Ahli Strategi Tidak Memberikan Ruang Sedikitpun bagi Orang Kedua di Dalam Kekuasaannya
    Bagikan di Facebook
Sponsored Links Globeleaks.com

Dicap sebagai presiden Plonga-plongo, tidak memiliki strategi dan tukang ngeles, dicap juga sebagai si raja hutang tak memiliki kemampuan untuk memimpin negara Besar Indonesia. Joko Widodo dicaci dan dihina oleh beberapa kalangan yang menamakan dirinya presiden calon gagal dan ribuan gambar yang mendiskreditkan sang presiden. Namun, Tak bisa disangkal, kekuatan politik Jokowi semakin hari-malah semakin tidak terbendung.

Banyak rumor yang mengatakan bahwa Joko Widodo tidak akan bisa menginjakkan kaki di Istana pada periode kedua di pemerintahannya, ketika PAN dan Golkar malah dihantam habis dari internal dan menyatakan dukungan penuhnya dengan mendudukkan Setya Novanto, si Rival Oportunis yang siap menjadi amunisi bagi pemilihan presiden tahun 2019.

Sebuah mekanisme yang tidak bisa disangkal ketika Jokowi mengguncang Media dengan melakukan Pergeseran pada posisi Luhut Panjaitan yang dipandang sebagai Presiden bayangan, karena poros kekuatannya yang dianggap sangat kentara. Luhut memang, selain strategis, dan brillian, tak bisa disangkal memiliki pengaruh yang sangat kuat di Lingkaran Jokowi.

Luhut Panjaitan dipandang sebagai motor dari beberapa pergerakan yang menguatkan Jokowi, seperti tergoncangnya Golkar, pengetatan Tax Amnesty, dan Luhut juga menguatkan posisi TNI untuk stabil mengamankan pemerintahan Jokowi. Tito Karnavian ditunjuk sebagai Kapolri adalah juga langkah yang didesuskan sebagai terusan dari Luhut.


Luhut yang menangani permasalahan ekonomi dalam negeri di Indonesia, menurunkan peran Jusuf Kalla dalam keputusan-keputusan strategis yang membuat Luhut dipandang sebagai orang paling berpengaruh di Lingkaran Jokowi, bahkan juga dianggap sebagai orang nomor dua di dalam negeri yang sebenarnya.

Walaupun demikian, ternyata, hal tersebut tidak serta merta membuat Jokowi tetap diam. Jokowi melihat pergerakan yang semakin jelas, bahwa Semakin kuat Luhut semakin besar kemungkinan Jokowi berada dalam kuasa Luhut. Tak bisa disangkal juga ketika perseteruan dalam kutip perang dingin yang bisa dinillai publik  antara Luhut dan Kalla , serta Sudirman Said dan Rizal Ramli, telah membuat Jokowi mengevaluasi pilihannya kembali.

Walau diketahui, Luhut adalah salah satu kekuatan Politik Jokowi, Jokowi secara mengejutkan dengan menurunkan posisi Luhut ke pos kerja yang kurang strategis menggantikan Rizal Ramli. Menunjuk Senior Luhut Wiranto menggantikan posisinya. Sesuai dengan pengakuan Luhut bahwa dirinya tidak diberitahu akan diganti, dan hanya sehari setelah dia dipanggil, maka posisinya segera dilantik esok hari.

Walau ada dua kemungkinan, posisi Luhut ini kemungkinan adalah sebuah manuver politik antara Jokowi dan Luhut, bisa juga tidak.

Anis Baswedan, si pemikir yang kalem, menjadi banyak perdebatan, manakala dirinya diberhentikan dari jabatan Mendiknas, Seorang yang populer dan dikenal menjadi salah satu yang dikagumi banyak pihak. Dikatakan Jokowi sebagai pekerjaannya tidak terlalu memuaskan. Beberapa menyatakan bahwa Anies, dianggap menggunakan kepopulerannya sebagai daya tawar untuk menjadi calon wakil presiden pada tahun 2019.

Yuddy Chrisnandi, bukannya tidak mengherankan jika banyak pihak yang mengatakan bahwa dirinya dekat dengan lingkaran Jusuf Kalla. Jadi kemungkinan besar pemberhentian Yuddy Juga untuk memperkuat posisi Jokowi.

PAN dan Golkar, kekuatan yang bisa menaikkan nilai tawar Jokowi melawan ketidakkonsistenan support dari PDIP. Karena itulah post ini diberikan untuk memastikan dirinya bisa tetap berada pada posisi aman pada tahun 2019. Banyak yang bilang, Jokowi mudah didikte, bahkan pada saat tulisan ini dibuat, Kekuatan Koalisi Jokowi di Parlemen sudah mencapai 70 persen yang memungkinkannya untuk membuat aturan apapun tapa dijegal kecuali oleh Rakyat.

PDIP merasa memiliki kuasa untuk mengatur Jokowi dengan menyuruh Rini Sumarno keluar dari kabinet jokowi karena hubungannya yang tidak harmonis dengan Megawati. Menolak mentah-mentah Megawati untuk menyuruhnya menaikkan teman baiknya Budi Gunawan sebagai kepala BIN.

Beberapa beranggapan bahwa Rini mulai mendikte Jokowi bahwa dirinya akan diangkat menjadi menteri keuangan, namun Jokowi malah menyuruh Sri Mulyani kembali ke Indonesia yang menggentarkan beberapa pihak. Sementara dengan keputusan tersebut, juga menunjukkan suatu kemungkinan yang lebih besar lagi. Rini tidak bisa menguasai firma dengan kekuasaan yang dipegangnya dengan kejelian Seorang Sri Mulyani.

Jokowi benar-benar tidak memberikan ruang bagi siapapun selain dirinya untuk menjadi The Most Powerful in a circle of The Palace. The real President.

Tajuk : Tempo, The Jakarta Post, Detik  Media, Sumber Gambar : Antara.


Sponsored Links
Tidak Ada komentar Surel
POSTING : BERITA
Sponsored Links




Popular Tag


New Tag






Globeleaks.com


Globeleaks.com adalah portal berita berisi informasi menarik, jika anda ingin berkontribusi, silahkan klik link Register.

Social Links


Subscribe Newsletter