"Always Speaks The Truth Even when its Hurt"
INSURGENT, KISAH KEMANUSIAAN YANG KEMBALI KE AWAL KEBENARAN DAN KEMENANGAN.

Posted 2015 26, Jul by: admin Globeleaks    | 421.657 hits view

Insurgent, Kisah Kemanusiaan yang Kembali ke Awal Kebenaran dan Kemenangan.
    Bagikan di Facebook
Sponsored Links Globeleaks.com

Insurgent, sebuah film yang merupakan sequel dari film Divergent. Yang diadaptasi dari Novel Trilogi karangan Veronica Roth yang berjudul Insurgent.

Beberapa dari para penggemar film Divergent, tentu senang setelah mengetahui bahwa rilis film dari the next thing of Divergent segera bisa dinikmati. Memang film dengan tema-tema kemanusiaan yang dibalut dengan suguhan mengenai sci-fi, dan hal-hal yang sifatnya memanipulasi hal-hal yang alami akan memberikan suatu persepektif yang berbeda.

Orang tentu menyukai hal-hal yang berbeda dan menyenangkan. Tema film yang digagas dan diadaptasi dari Novel tentu akan menambah daya dorong pada penyuka film sejenis, selain karena familiar dengan ceritanya juga membayangkan bagaimana cerita tersebut diangkat ke layar lebar.

Film Insurgent menceritakan kelanjutan perjalanan dari faksi-faksi yang berada di dunia yang membedakan mengenai orang-orang berdasarkan talenta mereka masing-masing. Sebelumnya di Film Divergent, diketahui bahwa semua orang seharusnya berada dalam satu faksi tertentu untuk memenuhi kebutuhan yang lebih besar (the greater good) artinya orang-orang bekerja berdasarkan talentanya masing-masing, hal ini dilihat dari ciri-ciri personal berdasarkan langkah-langkah ujian yang telah diambil.

Misalnya seorang dari faksi erudite, akan memiliki kemampuan intelektual yang baik, memiliki kapabilitas dalam memimpin, ada pula Faksi Amity yang selalu penuh dengan rasa memaafkan, ada Dauntless yang memiliki skill dalam melayani public dalam keamanan, ada pula Candor yang memiliki kemampuan dalam menata hukum.

Bagaimana jika seseorang tidak berada dalam satupun yang merupakan faksi yang dikenal dalam tata sistem masyarakat tersebut?, maka orang tersebut akan dianggap sebagai Divergent. Pada film Divergent, seorang pemimpin yang menjalankan sistem masyarakat faksi ini bernama Jeannine. Dia melihat bahwa Divergent adalah ancaman, karena dianggap superior dan mampu melakukan semua kerja dari faksi lain.

Sebenarnya tujuan Jeannine tidaklah murni untuk memajukan sistem yang ada tetapi untuk menguasai sepenuhnya. Divergent adalah orang yang dianggap malah akan menghancurkan kursi kepemimpinannya.

Insurgent, menceritakan mengenai pelarian Divergent yang diserang dan dicari dimana-mana di seluruh wilayah untuk membuka  kotak yang dikenal sebagai kotak yang menyimpan pesan dari pembuat sistem masyarakat dengan faksi-faksi yang dikenal saat ini.

Tobias Eaton, bersama dengan Tris, sang Divergent sejati paling kuat yang ada, yang dihantui dengan rasa bersalah karena kematian orang tuanya. Pada suatu poin, Tris berhasil membuka kotak itu dan memberitahukan kepada dunia apa sebenarnya tujuan dari penciptaan masyarakat dengan faksi-faksi yang berbeda.

#Review

Dari segi efek animasi, tentu saja, film Insurgent tidak dapat diragukan lagi dengan teknologi CGI yang canggih sudah bisa memberikan suguhan yang menarik dari segi suguhan sinematografi.

Nah, sebenarnya saat film insurgent ini sudah beredar, para kritikus film memliki alasan untuk memberikan penilaian yang tidak maksimal terhadap film Insurgent. Kebanyakan orang awam yang tidak pernah menonton film Divergent, mungkin akan memberi nilai yang sanagt bagus pada film Insurgent.

Namun hal ini tidak akan sama, bagi para penonton film Divergent. Mengapa?

Karena, film Divergent menyuguhkan kekuatan para tokoh, dan penggambaran imajinasi yang kuat yang membuat sistem faksi menjadi familiar sebagaimana film ini diperkenalkan. Ada harapan bahwa para tokoh ini tetap kuat figurnya dalam figur film Insurgent.

Hal inilah yang tidak didapatkan dalam film Insurgent. Ekspektasi yang sangat tinggi mengenai pembawaan cerita yang akan menggambarkan bagaimana para faksi mulai berkonfrontasi secara hebat, bagaimana figur-figur penting diperkenalkan konfliknya. Semuanya terlalu dipaksakan karena kebutuhan pencapaian durasi. Film insurgent terkesan hanya mengejar tujuan adaptasi dari novel tanpa memperhatikan kelogisan cerita. Bagaimana di dalam film ini, ada hal-hal yang terlalu cepat pada klimaksnya tanpa penonton terlebih dahulu merasakan emosi para figur seperti pada film Divergent sebelumnya.

Karena itulah Insurgent, bukan merupakan film yang spektakular bagi para penonton Divergent yang ekspektasinya sudah sempat meluap-luap.


Sponsored Links
Tidak Ada komentar Surel
POSTING : FILM
Sponsored Links




Popular Tag


New Tag






Globeleaks.com


Globeleaks.com adalah portal berita berisi informasi menarik, jika anda ingin berkontribusi, silahkan klik link Register.

Social Links


Subscribe Newsletter