"Always Speaks The Truth Even when its Hurt"
CERMIN HUKUM INDONESIA : BERMODAL OPINI AHLI DAN CCTV YANG KABUR JESSICA DIVONIS 20 TAHUN PENJARA

Posted 2016 28, Oct by: admin Globeleaks    | 521.912 hits view

Cermin Hukum Indonesia : Bermodal Opini Ahli dan CCTV yang Kabur Jessica divonis 20 Tahun Penjara
    Bagikan di Facebook
Sponsored Links Globeleaks.com

Kita tidak tahu secara persis apa peran dari Jessica Kumala Wongso terhadap kasus pembunuhan Mirna. Hanya Tuhan yang tahu dan ungkapan ini sebenarnya tidak dilebih-lebihkan mengingat kasus yang pelik ini hingga pada sidang pembacaan putusan Jessica yang dijadikan tersangka hanyalah takbir yang mencerminkan bahwa kasus ini sedang menjadi bulan-bulanan beberapa kelompok.

Mengapa demikian?

beberapa fakta menunjukkan bahwa memang Jessica berada di lokasi kejadian ketika Mirna menggelepar tidak berdaya, dengan rentetan kejadian yang tidak bisa diprediksikan siapapun mulai dari proses terjatuh tak berdaya hingga Mirna dilarikan ke rumah sakit tidak memakai ambulan.

Beberapa opini muncul dengan cepat ketika Ayah Mirna menyatakan bahwa dia sangat mencurigai Jessica dengan segala gelagatnya dan baru menyadari semuanya setelah penelitian yang dilakukannya. Bahwa muncul wacana Mirna diracun memakai Sianida.

Namun bahkan beberapa ahli pun tidak bisa memastikan hal tersebut, Apakah Sianida membunuh mirna atau tidak, ciri-cirinya bagaimana. Beberapa rentetan kejadian, hanya karena Jessica tampak memperhatikan sesuatu di sekitar cafe sesaat baru masuk ke cafe dianggap alibi bahwa dirinya lah pembunuh.

Berdasarkan gerakan yang sangat Samar. Harus ditekankan SANGAT SAMAR dan tidak ada membawa kepastian bahwa Jessica yang membunuh dijadikan sebagai alasan untuk menuntut Jessica.

 

Belum lagi menurut

pakar hukum pidana, Romli Atmasasmita, seperti dilansir VIVA putusan ini dinilai sangat kontroversial, tidak ada saksi di persidangan yang menyatakan terdakwa melakukan perencanaan untuk menghilangkan nyawa korban.

Menurut Romli, untuk membuktikan perencanaan ini mestinya ada kejelasan motif terdakwa melakukan perbuatan, serta rangkaian upaya Jessica dalam menghilangkan nyawa Mirna dengan menggunakan sianida. 

Untuk itu perlu dilihat ada tidaknya perselisihan antara Jessica dengan Mirna sebelumnya. Selain itu, mengungkap rangkaian perencanaan pembunuhan, dimulai dengan cara dia memperoleh sianida sampai menuangkan ke gelas kopi Vietnam yang disajikan Kafe Olivier.

Menurut Romli selama ini di persidangan tak terungkap semua masalah itu, sehingga unsur-unsur pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mestinya tak terpenuhi. "Saya pikir harusnya bebas," ucap Romli.

 

 

Berikut adalah rangkaian bagaimana kronologi perjalanan kasus ini dipublik Menurut penulis Reynaldo

------------------

Kalo mau ngikutin kasus Jessica itu enaknya ngelihat dari awal kasus ini mencuat, yaitu mulai dari bulan januari, you bisa cari semua berita tentang itu, dan coba tarik asumsi yang bisa dijadikan benang merah diantara benang kusut :v. Ini terakhir kalinya gue nulis ttg kasus ini .

1. Siapa yang bilang Jessica Psikopat pertama kalinya? kalo anda mengikuti persidangan ini, dari awal anda akan tahu jika semua keterangan saksi ahli dari JPU , terutama psikolog dan kriminolog, mengatakan Jessica psikopat, raut wajah Jessica , raut wajah Kriminil.

Cek : http://bbm.liputan6.com/read/2415338

2. Hari ini gue baca kalo Puslabfor polri akan melakukan rekonstruksi kopi tersebut di kafe Olivier, sebanyak 5 gram sianida akan ditaburkan ke dalam kopi, kenapa jadi 5 gram ? ngga ada yang tahu, kenapa ? karena dulu Kepala puslabfor Polri mengatakan kandungan kopi tersebut 15 gram / l , begitu juga dengan kandungan dalam lambung Mirna ada 15 gram / l. Mau tau ? , so compare ke laporan yang ada di BAP, bahwa di kopi ada 7400 ppm ( tersisa ) , dan 0.02 ppm di lambung. You do the math, Kenapa berubah ?

Cek : https://m.tempo.co/…/ada-15-gram-sianida-di-kopi-mirna-ini-…

http://news.detik.com/…/tim-puslabfor-polri-lakukan-uji-cob…

Saya pun kemarin sempat geli sendiri , karena membaca keterangan lain tentang metode Polri dalam menghitung jumlah kandungan Sianida. Mereka mengakui loh ,kalo ada yang jadi gas, walau kondisinya dingin :)).

3. Siapa yang pertama kali mengatakan Jessica adalah pembunuhnya ? Jessica lesbian ? dan dengan cara apa Jessica membunuh ? yang pertama kali mengatakan itu adalah Broadcast di WhatsApp yang muncul di lingkaran keluarga, teman dan kolega Mirna, pada tanggal 8 januari , 2 hari sejak kematian Mirna.Ini isinya ( tidak saya edit ) :

"Si Mirna ternyata Beneran dibunuh temennya ..

Kopinya dikasih Racun.. Itu temennya namanya Jessica, lesbian ...

suka sama si Mirna, jadi dia sakit hati, si Mirna married wkt bln Des'15 Keluarga nya nggak lapor ke Polisi, TAPI Cafe Olivier nya yg laporin ke Polisi, karena merasa dirugikan dgn Broad Cast an.. 

Ternyata itu temennya yg lesbi, yg namanya Jessica sudah datang duluan ke Cafe itu,Mirna dateng dgn temennya yg lain belakangan, 

Waktu Mirna & temannya dateng, di meja sudah ada 2 (Dua) gelas kopi + 1 aqua.. Nah di Cafe itu terkenal Kopi Vietnam nya..Jd Mirna minum kopi sambil ngomong : Bau jamu ya kopinya, tapi tetep diminum tuh kopi ...Kalo temennya nggak mau minum, karena nggak suka jamu.. si lesbi nya minum Aqua".

Ingat kan kesaksian Psikolog dari JPU ? yang memaksakan pendapatnya dan mengatakan Jessica Lesbian ? sampe Jessica nangis ? itu sudah diceritakan sejak 8 januari boss.

4. Jangan lupa , kalo berkas Jessica di kembalikan berkali-kali oleh kejaksaan ke polri, kenapa dikembalikan ? alasannya simple, tidak cukup bukti. Tapi kenapa sekarang diterima dan dipersidangkan ? ga ada yg tahu :v.

Cek : https://m.tempo.co/…/alasan-kejaksaan-kembalikan-lagi-berka…

5. Dan kalau anda mengikuti persidangan dari awal, berdasarkan saksi, saksi ahli, semua keterangannya tidak ada yang konsisten, dan tidak ada yang mempermasalahkan contoh :

1. Saksi ahli dari JPU pernah mengatakan bahwa kalo keracunan Sianida tidak mengeluarkan busa, tapi semua saksi, termasuk Hani yang menemani Mirna mengakui Mirna mengeluarkan Busa, demikian juga dengan saksi di Kafe.

2. Masalah sedotan, masalah sedotan timbul pada persidangan ke 3 atau ke 4. Sedotan semenjak dari meja barista sudah tidak tertutup, cuma ada penutup bibir saja , hal ini dikonfirmasi 100% oleh barista dan runner, padahal SOP dari kafe tersebut harus tertutup penuh, bukan penutup bibir saja, mau tau buktinya ? youtube aja kalo niat. hehehe. Kenapa ini tidak dipermasalahkan ? saya juga ngga ngerti knp Otto pun tidak mempermasalahkan ini, jadinya asumsi liar lahir, seperti Jessica naro sianida di sedotan, di wc , dll.

6. Keterlibatan media besar dalam melakukan framing, contohnya kompas. Kompas yang selalu menyiarkan persidangan, pada awal persidangan ( ketika semua memberatkan Jessica ) , selalu memborbardir berita tentang Jessica di kompas.com , setelah fase saksi ahli dari Jessica, kompas ttp menyiarkan live persidangan, tapi "berhenti" memborbardir Jessica di media online mereka.

 

 

Penutup : Jessica dan Tuhan, untuk saat ini hanya mereka yang tau persis apakah Jessica terlibat atau tidak, namun cermin hukum yang menunjukkan adanya sikap ketergesa-gesaan hanya untuk memfinalisasi kasus ini justru memberi gambaran yang sangat buruk, bagaimana kira-kira kebanyakan kasus ditangani di pengadilan.

 

Note : Akun facebook penulis Kronologi Reynaldo

Kalo mau ngikutin kasus Jessica itu enaknya ngelihat dari awal kasus ini mencuat, yaitu mulai dari bulan januari, you bisa cari semua berita tentang itu, dan coba tarik asumsi yang bisa dijadikan benang merah diantara benang kusut :v. Ini terakhir kalinya gue nulis ttg kasus ini .
1. Siapa yang bilang Jessica Psikopat pertama kalinya? kalo anda mengikuti persidangan ini, dari awal anda akan tahu jika semua keterangan saksi ahli dari JPU , terutama psikolog dan kriminolog, mengatakan Jessica psikopat, raut wajah Jessica , raut wajah Kriminil.
Cek : http://bbm.liputan6.com/read/2415338
2. Hari ini gue baca kalo Puslabfor polri akan melakukan rekonstruksi kopi tersebut di kafe Olivier, sebanyak 5 gram sianida akan ditaburkan ke dalam kopi, kenapa jadi 5 gram ? ngga ada yang tahu, kenapa ? karena dulu Kepala puslabfor Polri mengatakan kandungan kopi tersebut 15 gram / l , begitu juga dengan kandungan dalam lambung Mirna ada 15 gram / l. Mau tau ? , so compare ke laporan yang ada di BAP, bahwa di kopi ada 7400 ppm ( tersisa ) , dan 0.02 ppm di lambung. You do the math, Kenapa berubah ?
Cek : https://m.tempo.co/…/ada-15-gram-sianida-di-kopi-mirna-ini-…
http://news.detik.com/…/tim-puslabfor-polri-lakukan-uji-cob…
Saya pun kemarin sempat geli sendiri , karena membaca keterangan lain tentang metode Polri dalam menghitung jumlah kandungan Sianida. Mereka mengakui loh ,kalo ada yang jadi gas, walau kondisinya dingin :)).
3. Siapa yang pertama kali mengatakan Jessica adalah pembunuhnya ? Jessica lesbian ? dan dengan cara apa Jessica membunuh ? yang pertama kali mengatakan itu adalah Broadcast di WhatsApp yang muncul di lingkaran keluarga, teman dan kolega Mirna, pada tanggal 8 januari , 2 hari sejak kematian Mirna.Ini isinya ( tidak saya edit ) :
"Si Mirna ternyata Beneran dibunuh temennya ..
Kopinya dikasih Racun.. Itu temennya namanya Jessica, lesbian ...
suka sama si Mirna, jadi dia sakit hati, si Mirna married wkt bln Des'15 Keluarga nya nggak lapor ke Polisi, TAPI Cafe Olivier nya yg laporin ke Polisi, karena merasa dirugikan dgn Broad Cast an.. 
Ternyata itu temennya yg lesbi, yg namanya Jessica sudah datang duluan ke Cafe itu,Mirna dateng dgn temennya yg lain belakangan, 
Waktu Mirna & temannya dateng, di meja sudah ada 2 (Dua) gelas kopi + 1 aqua.. Nah di Cafe itu terkenal Kopi Vietnam nya..Jd Mirna minum kopi sambil ngomong : Bau jamu ya kopinya, tapi tetep diminum tuh kopi ...Kalo temennya nggak mau minum, karena nggak suka jamu.. si lesbi nya minum Aqua".
Ingat kan kesaksian Psikolog dari JPU ? yang memaksakan pendapatnya dan mengatakan Jessica Lesbian ? sampe Jessica nangis ? itu sudah diceritakan sejak 8 januari boss.
4. Jangan lupa , kalo berkas Jessica di kembalikan berkali-kali oleh kejaksaan ke polri, kenapa dikembalikan ? alasannya simple, tidak cukup bukti. Tapi kenapa sekarang diterima dan dipersidangkan ? ga ada yg tahu :v.
Cek : https://m.tempo.co/…/alasan-kejaksaan-kembalikan-lagi-berka…
5. Dan kalau anda mengikuti persidangan dari awal, berdasarkan saksi, saksi ahli, semua keterangannya tidak ada yang konsisten, dan tidak ada yang mempermasalahkan contoh :
1. Saksi ahli dari JPU pernah mengatakan bahwa kalo keracunan Sianida tidak mengeluarkan busa, tapi semua saksi, termasuk Hani yang menemani Mirna mengakui Mirna mengeluarkan Busa, demikian juga dengan saksi di Kafe.
2. Masalah sedotan, masalah sedotan timbul pada persidangan ke 3 atau ke 4. Sedotan semenjak dari meja barista sudah tidak tertutup, cuma ada penutup bibir saja , hal ini dikonfirmasi 100% oleh barista dan runner, padahal SOP dari kafe tersebut harus tertutup penuh, bukan penutup bibir saja, mau tau buktinya ? youtube aja kalo niat. hehehe. Kenapa ini tidak dipermasalahkan ? saya juga ngga ngerti knp Otto pun tidak mempermasalahkan ini, jadinya asumsi liar lahir, seperti Jessica naro sianida di sedotan, di wc , dll.
6. Keterlibatan media besar dalam melakukan framing, contohnya kompas. Kompas yang selalu menyiarkan persidangan, pada awal persidangan ( ketika semua memberatkan Jessica ) , selalu memborbardir berita tentang Jessica di kompas.com , setelah fase saksi ahli dari Jessica, kompas ttp menyiarkan live persidangan, tapi "berhenti" memborbardir Jessica di media online mereka.


Sponsored Links
Tidak Ada komentar Surel
POSTING : KONSPIRASI
Sponsored Links




Popular Tag


New Tag






Globeleaks.com


Globeleaks.com adalah portal berita berisi informasi menarik, jika anda ingin berkontribusi, silahkan klik link Register.

Social Links


Subscribe Newsletter