"Always Speaks The Truth Even when its Hurt"
BANYAK MANUSIA BERAGAMA TETAPI TIDAK MENEMUKAN TUHAN DI DALAMNYA !

Posted 2016 23, Nov by: admin Globeleaks    | 298.022 hits view

Banyak Manusia Beragama Tetapi Tidak Menemukan Tuhan di Dalamnya !
    Bagikan di Facebook
Sponsored Links Globeleaks.com

Pria itu berteriak dengan lantang menyatakan kecintaannya pada Tuhan, bahwa dirinya akan menyerahkan seluruh hidupnya bagi Tuhan dengan menjalankan seluruh perintah Tuhan yang tertuang di dalam Ayat-ayat suciNya.

Firman Tuhan yang agung menjadi pegangannya dan segala-sesuatu yang dipantangkan adalah keharusan yang perlu dijalankan. 

Namun di satu sisi, dalam kehidupan ini, banyak pula orang yang tidak seiman dengannya sehingga pria itu menjadi kecut, dan dingin hatinya. Sebab tidak percaya pada agamanya adalah kebencian dan kekejian bagi Tuhan menurut pengertian pria itu.

Sehingga timbul dalam hati pria itu untuk memerangi siapapun yang tidak sesuai dengan ajaran agamanya, yakni orang-orang yang berlainan keyakinan dengannya.

Pria itu berteriak dengan lantang pada para pengikutnya yang juga termakan suara-suaranya yang tampak agung sang pengikut Tuhan namun sayang sangat mendewakan agamanya, sampai lupa bahwa penghakiman adalah milik Tuhan semata.

Bunuh saja siapapun yang tidak memiliki keyakinan sama dengan kita, tutup usaha mereka, dan bungkam kebebasan mereka, sebab menurut Akidah agama kita, tindakan mereka kafir, dan pahalanya adalah Neraka.

 

---

Tajuk pembuka di atas bukanlah isapan jempol semata, pria dengan watak demikian sangat banyak bertebaran bukan hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia ini, yang menganggap Agamanya sangat agung, sampai lupa bahwa agama hanyalah corong, dan kebenaran utama, adalah Tuhan. 

 

Salah satu hukum Tuhan yang sangat universal adalah hak hidup mahluk Tuhan, sehingga, hampir seluruh agama di seluruh dunia sangat mengharamkan adanya perampasan hak-hak hidup manusia dan hak-hak kebebasan untuk hidup dan menjalani berbagai keyakinan sebagai perjalanan spiritualnya. 

 

Apakah anda tidak heran?, mengapa manusia di Dunia ini memiliki keyakinan yang berbeda-beda?, jika Tuhan saja memperbolehkan hal ini terjadi, mengapa manusia menjadi hakim sehingga melarang orang lain untuk memiliki keyakinan yang berbeda dengan dirinya?

Tulisan ini, muncul melihat fenomena Indonesia dengan manusia-manusianya yang beragama, namun tidak menemukan Tuhan di dalamnya.

Tampilan Agamis

Siapa yang tidak kenal Dimas Kanjeng, yang disebut sebagai seorang pemuka agama, tidak lebih dari seorang penipu, atau ratu atut yang dikenal sangat Islami ternyata, dirinya merusak nama keluarga dan dinasti kepemimpinannya yang hancur karena korupsi.

Kadang seringsekali, gambaran dari tampilan sangat membutakan. Kelihatan sangat agamis namun pada kenyataannya sangat busuk, sangat jauh dari sifat-sifat Tuhan yang konsisten luar dan dalam.

Membenarkan Kekerasan untuk Menyatakan Cinta Pada Tuhan 

Banyak teroris yang melakukan pembunuhan ditempat-tempat umum, melukai orang-orang yang sebenarnya tidak pernah sama sekali menyakiti sipelaku secara langsung, teroris yang melakukan pemboman dengan dalih menyatakan cintanya pada Tuhan (Jihad) menyatakan kebenaran, lantas membenarkan kekerasan pada sesama, Tuhan tidak akan pernah dijumpai di jalan-jalan yang demikian.

 

Menghakimi sewenang-wenang

Banyak orang-orang yang menggunakan atribut agama, dengan menyatakan kami adalah kelompok yang ingin menegakkan akidah agama kami, lantas berlaku sewenang-wenang menghakimi orang lain, misalnya memaksa menutup usaha orang lain, atau menghalangi kebebasan seseorang. Melebihi Tuhan dan Hukum, orang-orang ini dengan bangga menyatakan bahwa dirinya adalah pengikut jalan Tuhan, namun secara tidak langsung menyembah agama, bukan menyembang Tuhan.

Tidak Mengenal Kamus Maaf

Ada banyak literatur dan pengertian bahwa puncak dari beragama, adalah bagaimana kita menghidupi kehidupan yang menghargai orang lain, terutama, bersikap adil, dan memberikan maaf sebagaimana Tuhan juga maha pemaaf, namun banyak orang-orang beragama, yang menyatakan cinta pada Tuhan, bahwa hanya Tuhanlah yang dikejar dalam hidup ini, tetapi tidak sanggup memaafkan orang lain, sekalipun orang tersebut sudah meminta maaf, apakah Tuhan juga memaafkan hati yang dengki dan bebal tidak ada rasa memaafkan tersebut?

Mengutamakan Agama daripada Tuhan Sendiri

pada kasus inilah manusia banyak terjebak, lupa bahwa Agama adalah tuntunan hidup dan tujuannya adalah menuju Tuhan, tujuan manusia bukan memuliakan agama, namun memuliakan Tuhan. Jadi sangat-sangat jauh seseorang dari Tuhannya yang mendewakan ajaran agamanya namun tidak melihat relevansinya dengan kehidupan Tuhan. Ada kalanya dalam suatu ayat, tafsirannya sangat luas, namun seseorang dapat menelan mentah-mentah perkataan dalam suatu ayat, misalnya dahulu suatu ayat ditulis perihal masa perang zaman para nabi, bahwa membunuh suatu pihak diperbolehkan, lantas orang beragama tersebut kemudian mempraktekkannya di masa sekarang, hanya karena ada ayat tertulis demikian. Manusia-manusia demikian hanya hidup pada kertas-kertas dengan tulisan, bukan hidup bagi Tuhan.

 

Memang sulit menerima hal-hal seperti ini, jadi tulisan ini hanya diperuntukkan bagi yang mau menerima saja, berbeda pendapat sangatlah lumrah, namun menghujat karena berbeda pendapat adalah sebuah kegagalan dalam membangun konstruksi berpikir yang baik.


Sponsored Links
Tidak Ada komentar Surel
POSTING : SCIENCE
Sponsored Links




Popular Tag


New Tag






Globeleaks.com


Globeleaks.com adalah portal berita berisi informasi menarik, jika anda ingin berkontribusi, silahkan klik link Register.

Social Links


Subscribe Newsletter