"Always Speaks The Truth Even when its Hurt"
ANALISA POLITIK : KORUPTOR TIDAK TAKUT TUHAN, KORUPTOR TAKUT AHOK MENANG !

Posted 2016 22, Nov by: admin Globeleaks    | 351.199 hits view

Analisa Politik : Koruptor Tidak Takut Tuhan, Koruptor Takut Ahok Menang !
    Bagikan di Facebook
Sponsored Links Globeleaks.com

Bukan Lagi rahasia umum bahwa ada golongan-golongan yang sangat menginginkan kematian ahok, bukan hanya dari segi politik, namun juga kematian yang sebenar-benarnya.

Mereka adalah golongan-golongan blunder, golongan koruptor, dan golongan munafik yang menggunakan agama tidak pada porsinya. Kalau kita fikir-fikir dengan cermat dan matang, di mana letak bahwa Indonesia ini mengharamkan pemimpin Kristen China kalau bukan golongan anti Pancasila?

Siapapun yang menolak seseorang karena RAS nya adalah golongan anti pancasila, golongan kerbau yang tidak mengerti bahwa dirinya sedang berdiri di Indonesia ini, negara yang menganut azas hukum.

Kalau kita runut lebih jauh pada tahun 2014 saat pengangkatan ahok, terdapat sebuah pergerakan politik yang diusung oleh sebuah ormas agama, sangat tidak pantas dan sangat tidak elok. Bagaimana sebuah ormas agama mengusung gubernur  tandingan yang malah jadi tertawaan anak TK. Berikut contoh Sketsa gubernur tandingan yang dimaksud.

Kita sudah tahu, kemana akhirnya gubernur tandingan ini, sebenarnya kita sangat kasihan melihat gubernur tandingan ini yang hanya jadi bulan-bulanan massa secara tidak langsung. Banyak bully yang beredar sebagai konsekuensi memiliki kebodohan tiada tara. Jelas-jelas melawan Konstitusi mengapa masih mau digunakan FPI jadi boneka-bonekaan?

Bukan ahok namanya, kalau tidak kontroversial, karena bekerja sepenuh hati. Membuat pelayanan balai kota satu pintu dan pengawasan APBD DKI Jakarta yang sangat intensive, Ahok membangunkan si kerbau-kerbau liar, yang terbiasa makan lobster di kawasan Jakarta yang sejuk di bawah semilir Air Conditioner. Terbiasa makan-makan enak hasil garong rakyat. 

Ahok sadar betul dirinya sedang melawan arus bak arus naga, tetapi apa mau dikata, ahok yang idealis tidak perduli. Ahok sudah berikrar bahwa nyawa pun sudah diberikan untuk setia pada rakyat. Alhasil ahok dicintai rakyat, dibenci para kebo koruptor. Ahok membangun blok Musuh bayangan. Para kebo-kebo liar pemalas.

Ahok memang sudah dari dulunya kontroversial, kalau kita pikirkan matang-matang, sejak dari tahun 2014 Ahok telah dibenci dan ditolak ormas barbar yang sering memaksa menutup rumah makan usaha orang lain semena-mena. Ahok ditolak membabi buta hanya karena Ahok Kristen.

Sekarang kalau ditanya, mengapa sampai ahok mengeluarkan pernyataan Almaidah 51?, kalau orang waras, sudah tahu jawabannya, karena ahok bukan orang bodoh, ahok setia pada rakyat, bukan setia pada ormas barbar yang mengatasnamakan agama untuk berpolitik. Para ormas, dan oknum agamais menggunakan agama untuk menjegal ahok. Tentu ini melawan pancasila. Ahok hanya meminta di kepulauan seribu jangan pilih dirinya kalau dirinya memang koruptor, atau tidak berlaku adil pada masyarakat. Ahok hanya marah kalau dirinya didiskriminasi hanya karena agama, Padahal jelas, Konstitusi negara menolak Diskriminasi agama.

Secara tidak sadar banyak golongan-golongan yang membuat benturan antara Pancasila dan Agama, secara Pancasila, siapapun berhak menjadi pemimpin di Ibukota, mau Kristen mau buddha, mau hindu, mau Islam semua sama. Sekarang mengapa pada tahun 2014 ada ormas barbar yang membuat gubernur tandingan hanya dengan mengangkat Isu bahwa Ibukota tidak boleh dipimpin seorang Kristen?, Ahok yang China tidak diam, dia mengerti ormas barbar ini sedang mencoba mencari kesempatan dalam politik dengan menggunakan agama sebagai tamengnya.

 

Sayangnya ada pula golongan kerbo yang sudah terbiasa makan rumput dengan cara menggarong uang rakyat. Golongan-golongan kerbo yang blunder mengorbankan keluarganya untuk kembali berkuasa secara politis. 

Bermodal Prihatin dan menggoreng isu penistaan agama, Ahok ditrap sedemikian rupa, langsung buat pidato agar ahok segera diproses hukum. Jangan sampai ini kesempatan lewat sebab anaknya sedang bertarung juga, elokkah?. Si mantan memang selain terlihat santun, namun megalomania. Cinta kekuasaan dan merasa perlu didengarkan pendapatnya. Si mantan yang kini dikenal dengan nama -Bapak pembangunan  Proyek Mangkrak- di mana KPK sedang membidik proyek-proyek tersebut yang membuatnya makin ketar-ketir.

Sadar, bahwa keturunannya yang -Penuh Keprihatinan- sudah berhenti dari militer, minim pengalaman, minim pamor pula, ahok harus dijegal. Tak punya modal politik, maka matikan saja lawannya, kalau sudah mati lawannya, sudah lebih muda berkembang pula sang  anak. Sehingga muncul semboyan, Si anak presiden Jual martabak, si anak X Jual Nama Bapak ! Kasihan sebenarnya, tapi itulah politik. Sudah Blunder, jatuh, dan tidak ada kata mundur. Berikut Sketsa yang diberikan oleh sebuah Fanspage Politik


Sayang sekali bagi si pemalas, Jokowi tidak suka yang namanya perilaku korupsi, jarang dilibatkan dalam berbagai kesempatan politik, Jokowi malah memanggil Prabowo. Alamak, siapa yang tidak panas dan iri hati, melihat situasi ini, emangnya aku dianggap apa?, kira-kira begitu pertanyaannya. Apalagi si mantan ini sebelumnya sudah membuat pidato agar ahok segera diproses hukum padahal jelas-jelas proses hukum pada ahok sudah berjalan. Maka makin gilalah dia.

Belum lagi, Jokowi mengatakan bahwa demo 4 november ditunggangi aktor politik, maka semua mata dunia otomatis berpaling pada si mantan.

Sayang sekali seorang yang seharusnya bisa berlaku negarawan malah harus hancur kini, karena kebodohan dan keinginanya berkuasa.

Entah didorong rasa kasihan atau bagaimana, akhirnya seorang penulis bernama Alifurahman yang menyatakan diri sebagai pakar mantan mendedikasikan sebuah gambar bagi si mantan, supaya setidaknya bisa bersama dua orang yang saat ini sangat gencar dibicarakan secara publik.

Jadi mungkin para pembaca kini sudah tahu, mengapa orang-orang bisa menjadi gila karena pamor politik Ahok yang semakin hari malah semakin populer, Banyak yang makin bingung, karena semakin hari, Hanya ahok yang dibicarakan, tidak pernah Anies maupun AHY. Blunder, bohong,  politisaisasi agama dan gila pun dilakukan.

Catatan : Perubahan Artikel ini dilakukan pada 20/11/2016 mengenai tahun pergantian pelantikan Basuki sebagai gubernur DKI menggantikan Presiden terpilih Jokowi.


Sponsored Links
Tidak Ada komentar Surel
POSTING : KONSPIRASI
Sponsored Links




Popular Tag


New Tag






Globeleaks.com


Globeleaks.com adalah portal berita berisi informasi menarik, jika anda ingin berkontribusi, silahkan klik link Register.

Social Links


Subscribe Newsletter